Minggu, 30 November 2014

painfull

memang benar adanya, bahwa sebuah rasa itu sangat mudah berubah. baru saja sebentar merasakan indahnya menghabiskan waktu bersama, tetapi suatu kata-kata dapat merubahnya menjadi satu kesakitan.
sakit ini, lebih sakit dari sebelumnya. sakit yang bukan kami ciptakan. bukan dari aku ataupun dirinya. saat aku dan dia sudah memantapkan hati untuk berbagi segalanya bersama, tapi satu orang merusak segalanya. orang yang seharusnya aku benci, tapi aku tidak boleh membencinya.
aku hanya bisa berdiam. aku hanya bisa meratap. aku tidak bisa berbuat apapun, karena bila aku melakukan sesuatu tanpa memperhitungkan baik buruknya, semua akan sangat beresiko. Ya beresiko, bukan hanya satu orang resikonya, tapi banyak orang.

Rabu, 10 September 2014

cinta dan luka

tak pernah terpikirkan olehku, adanya dirimu disini, saat ini, dapat membuatku merasa nyaman dan sangat berarti.tak pernah terbayangkan olehku, kau ada disini, datang padaku dengan semua cerita, rasa dan luka.
tak pernah terlintas dibenakku sebelumnya, bahwa akan mencintaimu sedalam ini.
kau hadir dalam hidupku dengan semua kesederhanaanmu, apa adanya dirimu. dengan semua luka yang  tertoreh dihatimu. dengan semua kesedihan yang terpendam disorot matamu.
tak beda dengan diriku, luka telah banyak hinggap dihatiku tepat ditempat yang sama. memang, kau tak bisa memperbaiki lukanya, tapi paling tidak, kau paham apa yang aku rasa. karena kau pernah juga merasakannya. kan mampu membuat senyum kembali mengembang dibibirku.
tahukah kau, kenapa tuhan mempertemukan kita saat ini? mungkin tuhan tahu kita bisa saling menyembuhkan satu sama lain dengan cara kita sendiri.
cara yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh orang lain.

sebuah tanya

menurutmu, apa hal yang paling menyakitkan didunia ini?
cinta ditolak, putus cinta atau kau kehilangan orang yang  sangat kau cintai?
itu semua memang terasa perih dalam hati. tapi apakah kau pernah berpikir, bahwa tak bisa saling memiliki adalah hal yang termasuk didalamya juga? saat kau peduli padanya dan dia juga mempedulikanmu.
saat kau nyatakan kau menyayanginya, dia juga mengulang kata itu dibibirnya.
kadang, terbesit satu tanya dalam benakku. kenapa mencintaimu sesakit ini?
adakah jalan lain untuk menuju ke hatinya dengan perjalanan yang normal? tanpa sebuah kesakitan, tanpa sebuah kesulitan yang berarti?
adakah jalan untuk kami saling memiliki, tanpa harus mengorbankan banyak perasaan?
tidakkah kami diberi kesempatan untuk merajut asa bersama, melewati suka duka hidup ini berdampingan?
salahkah rasa ini tumbuh dihati kami?
salahkah kami mencintai dalam diam dan dengan kepura-puraan?
salahkah bila kami terus memupuk rasa ini bersama tanpa ada seorangpun yang tahu?
dan sampai kapan ini akan terus berjalan? apakah kami akan berhenti sampai disini? ataukah kami memperjuangkan apa yang kami inginkan dan mengedepankan keegoisan kami?
entahlah. hanya waktu yang mampu menjawab semua tanya itu.

Selasa, 26 Agustus 2014

prolog

Menurut lo, apa hal terpenting tentang cowok yang bakal lo jadiin pacar? Ganteng? Tajir? Romantis? Ataaaau kesetiaannya?

Untuk jawaban yang pertama : Ganteng.
Siapa siiih yang ga mau punya cowok ganteng? Yang setiap kita jalan disebelah dia tuuh, semua mata tertuju pada kita, bikin cewek-cewek ngiler dan ngiri sama kita karena punya pasangan yang woow jangankan lihat senyumannya, lihat dia dengan ekspresi datar juga bakal bikin kalian semua melted. Tapi ya itu dia, resikonya terlalu berat! Banyak saingan! Dan juga kita harus waspada, kalo kita lengah dikit aja, jangan harap tu cowok masih ada di samping kita. Dan sudah pasti dia sudah bertengger manis di pelukan orang lain! dan yang lebih parahnya lagi kalo kita ga cantik-cantik banget, kesannya tuh kebanting gitu. si cowoknya ganteng abis dan kita yang terlihat, hmmm, ga banget buat si cowok itu. Dan ujung-ujung nya makan ati terus karena harus selalu denger kata-kata “tu cowok buta atau gimana ya? Ko mau-maunya sih sama cewek kayak gitu? masih mendingan gue kemana-mana kaleee.”

Yang kedua : Tajir.
Apa yang ada dipikiran lo ketika mendengar kata cowok tajir? Dandanan keren dengan barang-barang branded? Udah pasti! Ditambah properti pendukung, mungkin seperti mobil mewah dan hmmm kartu kredit tanpa limit. Whohoho. Keuntungan tersendiri buat shopaholic deh kalo punya cowok kayak gitu. Dan berarti kalo dibawa jalan atau kondanganpun, ga malu-maluin kali yah. Tapiiii, jangan seneng dulu girls. Biasanya nih, orang yang punya kekuasaan itu, suka seenak udelnya sendiri. Menganggap kita sebelah mata. Belum lagi soal keluarganya, yang menganggap kalo kita itu ga sepadan sama dia soal seberapa banyak uang yang kita miliki. Jangan samain realita kita ini sama sinetron-sinetron deh, yang pangerang charming baik hati jatuh hati sama cewek desa yang Cuma modal tampang polos dan kebaikan hatinya. Tapi ujung-ujungnya makan ati juga. Kenapa? Karena bisa aja perbedaan kasta yang jomplang banget dan itu bikin hubungan jadi ga nyaman.
Yang ketiga : Romantis.

Kalo ini sih pasti semua orang juga mau. Terlebih para cewek yang hatinya agak-agak melankolis gitu. Siapa yang ga pengen coba, punya cowok yang romantis. Yang tau-tau ngasih surprise, padahal kita ga lagi ulang tahun, ngerayain anniversary atau hari valentine. Yang selalu bikin kita ngerasa jadi the special one-nya dia. Whoaaa. Pasti asik banget tuh. Jauh-jauh deh sama yang namanya galau. Untuk yang iniii, ada tapinya juga girls. Kebayang ga, kalo dia romantis sama semua cewek? Bukan Cuma lo doang! Terlebih nih ya, biasanya cowok romantis itu pinter banget ngegombal! Harusnya jadi ngerasa special, tapi ternyata malah dijadiin koleksi sama dia buat di gombalin. Dan ujung-ujungnya makan ati juga deh.


Ini kisah tentang Viska, Nindya dan Stefi. Tiga cewek yang berbeda selera tapi dipersatukan dalam ikatan persahabatan. Berbeda profesi, sukses, tapi selalu memble dalam urusan cinta.

Akankah mereka menemukan cinta yang benar-benar mereka inginkan? Dan apa sebenarnya yang mereka butuhkan dalam hal cinta?

Karena apa yang kita inginkan, tidaklah sama dengan apa yang kita butuhkan. Begitupun sebaliknya.

Call It Love

Judul : Call It Love
Penulis : Irma Yuniar
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 280 halaman
Terbit : Februari 2014
Cover : Softcover
ISBN : 978-602-03-0221-8


Sinopsis

Aku akhirnya mengerti, aku tidak pernah sendiri. Kau selalu bersamaku sejak awal, sejak semuanya dimulai...
Hidup Jen kacau saat ia dipecat dari pekerjaannya. Satu-satunya tawaran kerja yang menghampirinya hanya kesempatan menjadi manajer aktor yang sangat dibencinya, Regha Aditya. Sekalipun mereka belum pernah bertemu, Jen tahu Regha-lah yang membuat hatinya hancur dalam kecelakaan memilukan lama berselang.
Regha yang tak tahu apa-apa tentang Jen menunjukkan sikapnya yang biasa: angkuh dan dingin. Hanya saja, sesuatu dalam diri Jen membuat Regha tertarik. Namun Jen tetap tak peduli... hingga ia menyadari bahwa Regha juga tak pernah pulih dari kecelakaan itu.